Tuesday, September 3, 2013

PROSEDUR TETAP (SOP) STERILISASI MENGGUNAKAN OVEN


   A.   Pengertian
Cara untuk membunuh atau menghancurkan semua mikroorganisme, baik bentuk vegetative maupun spora dengan menggunakan panas kering atau oven.

   B.   Tujuan
1.    Mencegah penyebaran penyakit dan terjadinya infeksi.
2.    Mencegah pembusukan dan kerusakan bahan oleh mikroorganisme.

   C.   Alat dan Bahan
Alat-alat :
1.    Alat perlindungan diri.
2.    Oven.
3.    Handuk kering.
4.    Kain linen steril.
5.    Neer bekken.
6.    Korentang steril.
7.    Sikat gigi (untuk menyikat alat).
8.    Lemari alat.
Bahan-bahan :
1.    Alat golongan kritis dan semi kritis.
2.    Sabun cair, alkohol 70% dan klorin 0,5%.
3.    Tablet formalin.
4.    Kertas alumunium foil.

   D.   Pelaksanaan
1.    Mencuci tangan sesuai dengan protap.
2.    Menggunakan perlindungan diri sesuai protap.
3.    Lakukan dekontaminasi dengan cara merendam dengan larutan klorin 0,5% selama 10-15 menit.
4.    Kemudian cuci alat sampai bersih.
5.    Pisahkan alat golongan kritis dan semi kritis, alat yang semi kritis di desinfektan dengan alcohol 70%, sedang alat yang kritis dibungkus dengan alumunium foil.
6.    Tempatkan alat kritis yang telah dibungkus yang ditaruh di neer bekken kemudian masukkan kedalan sterilisator pada rak bawah, kemudian alat yang tidak dibungkus (semi kritis) diletakkan pada rak bagian atas agar tidak rusak.
7.    Atur suhu dan waktunya sesuai dengan yang diinginkan bila 1 jam untuk 1800C dan 2 jam 1600C. setelah dingin alat dapat diambil dengan korentang yang steril.
8.    Power supply dimatikan.
9.    Setelah dingin alat diambil dengan korentang yang steril
10. Kemudian dibungkus dengan kain linen, masukkan dalam kotak alat atau wadah steril, dan diberi formalin.
11. Diberi etiket:
a.    Nama
b.    NIM/Kelas
c.    Jenis sterilisasi
d.    Alat yang disterilisasi
e.    Tanggal sterilisasi
f.     Tanggal kadaluwarsa

   E.   Penyelesaian
1.    Rapikan alat dan bahan yang digunakan.
2.    Simpan kembali alat dan bahan yang digunakan untuk sterilisasi.
3.    Melepaskan perlindungan diri sesuai protap.
4.    Mencuci tangan sesuai protap.


Laboratorium Analis Kesehatan

Pengertian
Oven merupakan alat yang digunakan untuk sterilisasi dengan menggunakan udara kering. Alat sterilisasi ini dipakai untuk mensterilkan alat-alat gelas seperti Erlenmeyer, Petridisk (cawan petri), tabung reaksi dan gelas lainnya. Bahan-bahan seperti kapas, kain dan kertas juga dapat disterilkan dalam oven tetapi dalam temperatur tertentu, pada umumnya temperatur yang digunakan pada sterilisasi cara kering adalah sekitar 140-1700C selama paling sedikit 2 jam. Perlu diperhatikan bahwa lamanya sterilisasi tergantung pada jumlah alat disterilkan dan ketahanan alat terhadap panas.

Prinsip
Perubahan energi listrik menjadi energi panas dimana temperature dalam oven dijaga tetap konstan dengan alat kontrol thermometer.
Cara menggunakan
     a.     Hubungkan dengan sumber listrik
     b.     Masukkan alat yang akan dikeringkan, atur dengan rapi lalu tutup pintu dengan rapat
     c.      Hidupkan alat dengan menekan tombol ON, lampu pilot akan menyala (merah dan kuning)
     d.     Atur temperatur suhu dan waktu yang diinginkan
-      Bila suhu 1700C, atur waktu 1 jam
-      Bila suhu 1600C, atur waktu 2 jam
-      Bila suhu 1500C, atur waktu 2,5 jam
-      Bila suhu 1400C, atur waktu 3 jam
      e.      Bila waktu yang diatur telah selesai, pengatur  waktu secara otomatis kemali ke nol
      f.       Biarkan dingin, lalu keluarkan bahan dan alat yang disterilkan/dikeringkan

Pemeliharaan dan hal-hal yang perlu di perhatikan
       a.     Alat-alat gelas disusun rapi dan teratur
      b.     Apabila pemanasan diatas suhu 1000C, tidak boleh memasukkan alat/bahan yang terbuat dari karet, plastic atau bahan yang mudah rusak
       c.      Jangan mengeringkan pipet ukur dan labu ukur karena volume akan berubah
       d.     Catat waktu dan suhu/temperature setiap kali alat dijalakan
       e.      Alat harus bersih dan bebas debu



Monday, September 2, 2013

Misteri Aktivitas “UFO” di Area 51 Terungkap

Area 51, fasilitas rahasia milik militer AS
VIVAnews - Teka-teki salah satu tempat paling misterius di dunia, Area 51, terungkap. Fasilitas rahasia milik militer Amerika Serikat di Gurun Nevada itu sebelumnya dihubungkan dengan riset UFO oleh militer AS.Sebagaimana dilansir NBCnews, 18 Agustus 2013, Area 51 hanyalah fasilitas untuk menguji pesawat mata-mata milik AS, U-2, maupun pesawat rahasia lainnya.
Kepastian itu terungkap dalam dokumen yang bertitel “The Central Intelligence Agency and Overhead Reconnaissance: the U-2 and Oxcart Programs” milik agen intelijen AS, CIA.
Dokumen itu sebenarnya sudah dirilis pada Juni silam untuk memenuhi permintaan kebebasan informasi yang diajukan National Security Archive, Universitas George Washington pada 2005. ”Ini resmi menandai penuntasan kerahasiaan tentang fakta Area 51,” jelas Jeffrey Richelson, peneliti National Security Archive.
Dokumen itu juga menggambarkan bagaimana pejabat militer Amerika Serikat terlibat dalam mencari lokasi yang cocok untuk ujicoba rahasia perencanaan proyek pesawat terbang mata-mata di Gurun Nevada pada April 1955 silam.
Akhirnya, para pejabat militer itu memilih landasan udara dekat danau Groom Lake atau dekat timur laut Nevada Proving Ground, sebuah fasilitas milik Energy Commissions (AEC).
Penulis sejarah CIA, Gregory Pedlow dan Donald Welzenbach mengatakan, situs yang dijuluki Paradise Ranch atau surga peternakan itu pertama kali mengujicoba pesawat U-2 pada 4 Agustus 1955. Kemudian selama bertahun-tahun juga digunakan untuk pelatihan pilot U-2.
Fasilitas Groom Lake telah digunakan untuk pengembangan penerus pesawat mata-mata. Termasuk Lockheed A-12 Oxcart dan D-21 Tagboard, juga pesawat serang darat siluman satu-satunya di dunia milik angkatan udara AS, F-117.
Karena sifat kerahasiaan yang tinggi dan fasilitas yang dijaga ketat, baik dari darat maupun udara, memunculkan spekulasi bahwa pada fasilitas itu terdapat penampakan objek terbang misterius atau UFO selama beberapa dekade.
Klaim penampakan UFO yang dilaporkan itu didukung kondisi pencahayaan pada sore hari di udara. Pasalnya, saat matahari akan tenggelam, pesawat pada ketinggian 20 ribu kaki akan tampak gelap, sementara pesawat U-2 masih bisa menangkap kilatan cahaya matahari meski berada pada ketinggian 60 ribu kaki.
Dua penulis itu juga menambahkan pesawat U-2 dan Oxcart berkontribusi lebih dari setengah laporan UFO sepanjang 1950-an dan sebagian laporan pada 1960-an, meski klaim ini dibantah penyidik UFO, Stanton Friedman.


Kehidupan Bumi Mungkin berasal dari MARS

Dari mana kita semua berasal? Studi terbaru mengungkapkan bahwa kehidupan di Bumi mungkin berasal dari Mars.

Baru-baru ini, ilmuwan menganalisis sebuah meteorit yang berasal dari Mars. Mereka menemukan adanya unsur bernama Molybdenum dalam bentuk yang telah teroksidasi. 

"Hanya bila Molybdenum ada dalam bentuk yang sangat teroksidasi maka unsur itu bisa memengaruhi permulaan kehidupan," kata Steven Benner dari Westheimer Institute for Science and Technology di Florida.

Molybdenum dalam bentuk yang sangat teroksidasi tidak bisa ditemukan di Bumi purba. Sebabnya, bumi pada awal terciptanya kehidupan, sekitar 3 miliar tahun lalu, miskin unsur oksigen.

Para peneliti percaya, unsur Molybdenum yang teroksidasi itulah yang mendorong terciptanya makhluk hidup di Bumi.

Molekul organik memang syarat utama terciptanya kehidupan. Namun, molekul ini butuh pemantik lain sehingga kehidupan benar-benar tercipta. Kehidupan terbentuk hanya dengan penambahan Boron dan Molybdenum.

Boron akan membantu terbentuknya cincin molekul karbohidrat. Sementara Molybdenum membantu menyusun unsur gula ribosa, yang kemudian menjadi bagian dari Asam Ribonukleat (RNA), materi genetik yang dipercaya eksis sejak awal kehidupan. Ilmuwan percaya, pada awal kehidupan, belum ada Asam Deoksiribonukleat (DNA).

"Analisis pada meteorit Mars baru-baru ini menunjukkan bahwa obyek itu memiliki kandungan Boron. Kami sekarang percaya bahwa bentuk Molybdenum yang teroksidasi juga ada di sana," kata Benner seperti dikutipSpace, Kamis (29/8/2013).

Menurut peneliti, RNA sulit berada di Bumi pada masa awal kehidupan. Pasalnya, Bumi saat itu sudah kaya air yang justru bersifat merusak RNA.

Dengan demikian, peneliti menganggap bahwa kehidupan sebenarnya tercipta di Mars lebih dahulu. Kemudian, kehidupan dibawa ke Bumi lewat meteorit. Skenario ini mungkin karena beberapa mikroba diyakini mampu bertahan dalam perjalanan antariksa.

Benner memaparkan hasil penelitiannya di Goldschmidt Geology Conference di Florida, Kamis kemarin.

Wow, Ada Es di Kawah Bulan?

Wow, Ada Es di Kawah Bulan?
sebuah satelit mengambil gambar permukaan bulan (ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON—Pesawat antariksa Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) telah mengirim data yang menunjukkan 22 persen bahan di lapisan kawah yang berada di kutub selatan bulan mungkin terdiri atas es, kata Badan Antariksa AS, NASA.
Tim NASA dan ilmuwan universitas dengan menggunakan cahaya laser dari altimeter laser LRO meneliti dasar kawah Shackleton. Mereka menemukan dasar kawah tersebut lebih terang daripada yang dasar kawah lain di dekatnya, yang sejalan dengan keberadaan sedikit es.
Informasi itu akan membantu peneliti memahami susunan kawah tersebut dan mempelajari daerah lain yang tak dipetakan di bulan. Temuan itu direncanakan disiarkan Kamis di jurnal Nature.
Selain bukti es tambahan, peta kelompok itu mengenai Shackleton mengungkapkan kawah yang terpelihara secara baik yang relatif tak tanpa cacat sejak pembentukannya lebih dari tiga miliar tahun lalu. Dasar kawah tersebut sendiri dipenuhi beberapa kawah kecil, yang mungkin telah terbentuk sebagai bagian dari benturan yang menciptakan Shackleton.
Kawah itu, yang diberi nama dari nama penjelajah Antartika Ernest Shackleton, memiliki dalam dua mil dan lebar lebih dari 12 mil. Seperti beberapa kawah di kutub selatan Bulan, kemiringan kecil poros Bulan berarti bagian dalam kawah Shackleton gelap selamanya sehingga sangat dingin.


Misteri Satelit Aneh di Tata Surya

Kawah satelit Mimas sebesar Australia (wolaver.org)
VIVAnews - Benda ini serupa dengan Bintang Mati pada film Star Wars. “Bintang Mati” ini terlihat berada di dekat cincin Saturnus. Ternyata, ini satelit Saturnus bernama Mimas. Satelit ini ditemukan pada 1789 oleh William Herschel.
Lekukan pada Mimas yang mirip “Bintang Mati” itu hanyalah kawah yang dikenal sebagai Herschel. Kawah ini melebar sejauh 80 mil, meninggalkan jejak raksasa pada satelit hanya 246 mil.
Kawah ini memiliki dinding tinggi 5 mil. Bagian terdalam kawah berukuran 6 mil.
Mimas berukuran mencapai proporsi bumi. Kawah itu meninggalkan bekas pada satelit ini hingga berukuran lebih luas dari benua Australia.
Masih tersimpan misteri mengenai penanda panas satelit ini.
NASA membuat peta terperatur resolusi tinggi dan gambar satelit es Saturnus ini. Gambaran yang dibuat pesawat luar angkasa Cassini ini mengungkap pola permukaan satelit ini. Temuan itu menunjukkan daerah panas.
“Satelit lain biasanya menangkap spot cahaya. Tapi, Mimas ini lebih aneh dari yang kami duga,” ujar ilmuwan proyek Cassini di Laboratorium NASA, Amerika Serikat.
“Ini memberikan kami teka-teki baru,” imbuhnya seperti dilansir dari Daily Mail.
Para ilmuwan bekerja menggunakan spektrometer komposit inframerah untuk memetakan suhu Mimas. Mereka mengira dengan lancar bisa mengetahui variasi puncak temperatur pada awal sore dekat ekuator.
Ternyata, bagian terhangat terjadi pada pagi pada sepanjang salah satu lingkar satelit. Ini membuat satelit serupa ikon game Pac-Man ini memiliki temperatur sekitar 92 Kelvin atau minus 294 derajat Fahrenheit. Bagian lain satelit lebih dingin, sekitar 77 Kelvin (minus 320 derajat Fahrenheit).
Bagian hangat hanya berukuran kecil. Titik ini muncul di sekitar Herschel dengan temperatur sekitar 84 Kelvin (minus 310 derajat Fahrenheit).
“Kami tidak bisa menjelaskan pola hasil pengamatan temperatur permukaan Mimas. Kawah raksasa Herschel menjadi tersangka utama keanehan ini,” ujar penyidik utama dari NASA Goddard Space Flight Center, Dr. Mike Flasar.
“Energi hantaman yang menciptakannya beberapa juta tahun lalu diperkirakan menjadi sepertujuh energi gravitasi khusus Mimas. Ukuran yang lebih besar dari itu dapat merobek satelit ini. Kami ingin mengetahui pola temperatur anomali pada sisi lain Herschel. Ini belum diamati lebih dekat lagi,” ujar Flasar.
“Kami menduga perbedaan suhu menunjukkan perbedaan tekstur pada permukaan,” ujar John Spencer selaku anggota tim spektometer komposit inframerah berbasis di Institut Penelitian Southwest, California, AS.
“Ini mungkin sesuatu perbedaan antara bagian tua, salju padat, dan salju yang baru turun,” imbuhnya.